Menulis Teras Berita-Sambungan (by Deddi iswanto)

•May 28, 2009 • Leave a Comment

Berikut ini adalah contoh vignette.

Josh Bartlett pulang dari sekolah pukul 4 sore. Dia mengerjakan beberapa tugas PR sosiologi dan ekonomi. Pada jam 7 malam dia mandi dan makan malam, lalu kembali belajar, kali ini ia mendalami matematika atau kimia.

“Biasanya, dalam keadaan normal,saya bisa belajar hingga tiga jam”, katanya.

Setelah dia menyelesaikan tugas-tugasnya, Bartlett juga harus mempersiapkan diri untuk ujian dan untuk lomba pidato. Jika semuanya lancar, dia bisa selesai jam 10.30 malam, tetapi sering kali dia baru bisa selesai jam 11 dan berangkat tidur jam 11.30 malam.

Bartlett adalah salah satu dari ribuan murid di AS yang terlalu banyak mendapat PR. Pada 1981, murid sekolah mengahabiskan  84 menit seminggu untuk mengerjakan PR. Pada 1997, angka itu naik menjadi 134 menit per minggu. Pada 1997 anak SMP menghabiskan tiga setengah jam untuk PR per minggunya, padahal pada 1981 hanya dua jam.

Update

Herbert Henry Dow High School

Midland, Mic.

Dalam berita di atas, teras vignette empat paragraf akhirnya mengarah ke paragraf berita utama dan fakta. Subjek berita, remaja dan pekerjaan rumah, adalah untuk pers sekolah, merupakan berita yang luas. Meskipun topiknya mempengaruhi setiap murid, bentuk teras vignette langsung membuat berita tampak personal, kisah seseorang adalah kisah semua orang. Apa yang dilakukan reporter Update adalah memberi sketsa deskriptif yang ringkas dilengkapi dengan kutipan langsung, yang menggambarkan seluruh gambaran yang menarik.

Untuk mengakhiri berita tentang pekerjaan rumah ini, penulis membawa kembali pembacanya ke bentuk sketsa cerita:

Sementara itu Bartlett akhirnya siap untuk tidur. Biasanya dia tidur 6 jam di malam hari. Padahal aturannya adalah 8 jam. Tetapi semua telah dikerjakan. Tugasnya telah selesai dan bukunya sudah dirapikan.

“selain tidur dan bersantai,” katanya,”saya mengelola semuanya.”

Contoh lain dari pembukaan vignette adalah berita tentang isu sosial, keluarga dan sarapan pagi.

Setiap pagi Ray Gautschy dari angkatan ’01 sarapan pagi sebelum ke sekolah. Barangkalil hal-hal ini mulai langka bagi banyak remaja sekarang, namun Gautschy tidak hanya sarapan saja. Dia duduk sarapan bersama seluruh keluarganya.

“kami melakukan ini turun-temurun,”kata Gautschy mengenai ritual keluarganya. “kami juga berusaha makan malam bersama setiap hari.”

Keluarga Gautschy memang lain daripada yang lain, sebab dewasa ini sebagian besar remaja mengatakan bahwa mereka tak pernah makan bersama-sama keluarga.

Lion

Lyon Township High School North Campus

laGrange, III.

Berita yang mengingatkan akan hilangnya kebiasaan sarapan pagi bersama keluarga ini disusun berdasarkan komentar dari murid dan pengajar sosiologi yang bertindak sebagai sumber “ahli.”

Amanda William dengan tenang duduk di kursinya di tengah-tengah anak-anaknya yang bermain-main, sambil menggendong anaknya Daniel yang berusia 10 bulan yang tertidur.

“saya tak tahu seperti apa hidupku seandainya aku tak punya dia,” kata Williams.

Dia berada di kegiatan Mommy and Me  yang diadakan setiap Kamis di Rumah Sakit Lakewood. Program ini memberi kesempatan orang tua untuk berbicara dengan orang tua lainnya yang sama-sama punya anak remaja.

Lakewood Times

Sekolah Tinggi Lakewood

Lakewood, Ohio

Entah itu panjang atau pendek, Vignette berguna sebagai alat bagi penulis berita umum, olahraga dan feature, Vignette juga efektif untuk berita di media siaran. Penulis harus selalu mencari orang riil sebagai bahan sketsanya, untuk membantu menyusun presentasi suatau kejadian fakta, figur dan opini selanjutnya. Fabrikasi mengarang Vignette bukan dari sesuatu yang riil adalah tidak etis dan tidak bisa diterima.

Tips untuk menulis teras berita

  1. Tanyakan pada diri Anda sendiri, “apa yang ingin saya beritahukan kepada pembaca?” bisakah Anda menulis jawaban ini dalam satu atau dua kalimat? Cobalah. Ini adalah salah satu cara agar Anda tetap fokus pada tujuan penulisan berita.
  2. Organisasikan cacatan Anda untuk enam jawaban pertanyaan dasar dari pembaca: apa, siapa,di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana?
  3. Putuskan mana dari enam itu yang paling penting.pertimbangkan kembali elemen-elemen berita yang sudah kita pelajari dalam pertemuan ke-2, pilihan anda dinamakan feature fact, fakta yang akan Anda tampilkan pertama kali dalam teras berita Anda. Mungkin ada beberapa fakta yang sama pentingnya di dalam teras berita ini.
  4. Mulailah menulis teras berita Anda dalam bentuk kalimat dan fakta terlebih dahulu. Kemudian tambahkan beberapa fakta lagi, beberapa jawaban lagi untuk melengkapi kalimat. Usahakan kalimatnya ringkas/pendek.
  5. Gunakan kata benda spesifik dan nama lengkap. Gunakan kata kerja yang hidup dan penuh warna. Kata sifat dan kata keterangan bisa memperkuat opini. Hubungan opini itu dengan sumbernya.
  6. Jika teras berita mengandung beberapa fakta yang tidak lazim dan amat penting, sebutkan sumber informasi ini di dalam teras berita Anda.
  7. Kalimat kedua dalam paragrapf  pertama dapat memperkuat atau memperluas fakta yang diberikan dalam paragraf pertama atau dapat menjawab lebih banyak pertanyaan pembaca.
  8. Jika paragrapf teras bersifat tak langsung atau menunda feature fact, tulis paragrapf inti (nut graph) sebagai lanjutan dari teras itu untuk memberi tahu pembaca tentang fakta tersebut.
  9. Jika Anda menulis teras dalam kalimat S-KKO (subjek-kata kerja objek) dan menganggapnya efektif, maka kembangkan paragraph selanjutnya untuk menjelaskan seluruh berita, jika Anda menganggap teras yang Anda tulis tidak menarik banyak pembaca ke barita Anda, cobalah variasikan teras  berita Anda.
  10. Review teras berita Anda sekali lagi setelah selesai Anda tulis. Jika Anda mengawali dengan sudut pandang kapan (“Tahun ini…”atau“ pada 23  Februari…”), maka Anda perlu mempertimbangkannya kembali.biasanya fakta kapan, meski sering penting, bukan cara yang menarik untuk memulai berita. Barangkali fakta siapa, apa atau mengapa lebih menarik?

Perbarui teras berita Anda dengan memasukkan perkembangan terbaru jika berita Anda ditulis untuk majalah mingguan atau dwi mingguan sebelum ia terbit. Usahakan berita Anda sebaru mungkin.

dari Contreng-Rekap Hasil di DPR Aceh

•April 24, 2009 • 3 Comments
Pleno Hasil

Pleno Hasil

di depan kotak suara

di depan kotak suara

temanin-antri-contreng1

Nemanin Antri Contreng
hari-contreng_1
Antri Contreng

Konvoi PA

•April 15, 2009 • 6 Comments

Photo Saat Kampanye PA di Lhong Raya ( lokasi Potret di Nesu, menuju Lhong Raya.010409)konvoi PA

MENULIS TERAS BERITA (by Deddi Iswanto)

•March 18, 2009 • 1 Comment

Dewasa ini ada banyak kesulitan yang hampir universal bagi media cetak terlalu banyak pilihan, kurang waktu sehingga media cetak berada dalam persaingan sengit dalam media elektronik dan penyiaran untuk mendapatkan pembaca, pendengar dan pemirsa. Agar sebuah media cetak sukses dalam persaingan dengan media informasi lainnya yang lebih cepat, maka media cetak harus mengemas isi beritanya menarik secara visual. Ketika akan mulai menulis, berita mesti dimulai dengan sesuatu yamg menarik perhatian pembaca. Seorang reporter harus menghadapi tantangan ini dalam setiap penulisan beritanya. Sebuah headline (berita utama), yang dilengkapi foto atau gambar lain, dapat menarik pembaca, tetapi kata-katanya harus dipilih dengan cermat agar pembaca mau terus membaca seluruh isi berita dari awal sampai akhir, kata-kata pertama biasanya kurang dari 40 kata merupakan teras (lead) berita. Banyak penulis berita kawakan menganggap teras berita sebagai elemen terpenting dalam berita. Setidaknya teras berita berperan penting dalam mendapatkan pembaca. Jika Anda ingin seseorang membaca berita Anda, tulislah kata-kata awal yang amat bagus dan menarik. Di Koran harian, kebanyakan berita ditulis dalam bentuk berita tradisional, piramida terbalik. Penyajian fakta diurutkan berdasarkan hal yang terpenting sampai tak penting. Piramida terbalik tidak selalu menjadi pilihan Koran harian: bentuk naratif sering disebut “storytelling” (penceritaan) adalah bentuk popular di sepanjang pertengahan abad ke 19. Selama Perang Sipil, buletin berita dari medan perang, yang menyajikan berita perang baru, diterima oleh kantor berita yang dimuat di halaman depan. Berita “lama” di tempatkan di tempat lain. “Informasi di puncak pyramid-lead-merupakan informasi yang sangat penting,” kata Friedlander & Lee dalam bukunya Feature Writing Newspapers and Magazines; The Pursuit of Exellence, 1998, hlm.29 Pada akhirnya, kebanyakan berita memprioritaskan fakta terbaru dan terpenting ketimbang informasi lain yang kurang baru dan kurang penting. Awal berita atau teras berita untuk berita terbentuk piramida terbalik biasanya berupa ringkasan fakta terbaru dan terpenting. Ringkasan di teras berita ini masih menjadi pilihan utama bagi para penulis Koran harian. Media cetak sekolah atau kampus, terutama Koran, kebanyakan dipublikasikan mingguan atau bulanan; beberapa diantaranya dwi bulanan. Factor frekuensi ini menyebabkan bentuk piramida terbalik tidak terlalu tepat. Hanya ada sedikit breaking news di Koran kampus dan mungkin bahkan tidak ada. Website kampus mungkin punya berita terkini jika mereka sering-sering meng-update isinya. Jika Koran kampus menggunakan teras berita dan bentuk piramida terbalik tradisional untuk berita yang terjadi seminggu yang lalu, maka ia beresiko akan kehilangan banyak pembaca. Isu utamanya adalah: siapa yang mau membaca berita lama, terutama jika tidak ada informasi barunya? Akan tetapi piramida terbalik, dengan teras beritanya, adalah bentuk yang berguna untuk berita lanjutan di Koran kampus dan untuk berita lainnya yang telah dimodifikasi. TERAS RINGKASAN BERITA Ini juga disebut dengan teras “langsung” atau “teras berita hangat.” Teras berita jenis ini membawa pembaca langsung ke poin utama artikel. Teras ringkasan berita yang ditulis dengan baik akan menunjukkan struktur seluruh berita. Untuk menulis teras ringkasan berita yang efektif, reporter perlu me- review semua fakta dan opini yang dikumpulkan untuk sebuah berita. Enam pertanyaan pembaca yang penting harus dijawab di setiap berita: 1. Apa yang terjadi? Apa yang akan terjadi selanjutnya 2. Siapa yang terlibat? 3. Di mana kejadiannya? 4. Kapan kejadiannya? 5. Mengapa terjadi? 6. Bagaimana Kejadiannya? Penulis berita bisa menata jawaban ini didalam catatannya atau dalam bentuk outline (garis besar), dengan menulis pertanyaan-pertanyaan tersebut lalu memberikan jawabannya. Setelah penulis puas dengan jawabannya, teras berita biasanya akan mudah ditulis. Biasanya, pertanyaan apa dan siapa adalah yang terpenting. Dengan mengingat ini, penulis dapat memulai dengan jawaban untuk apa (apa yang akan terjadi) atau siapa (siapa yang terlibat). Jika orang atau orang-orang yang terlibat adalah tokoh dan orang tenar maka jawabannya siapa bisa dijadikan teras berita. SATU BERITA ENAM KEMUNGKINAN TERAS BERITA Diawali dengan tentang siapa Anggota los Angeles Board of Education hari ini menyepakati untuk memperpanjang masa pelajaran untuk sekitar satu jam murid sekolah umum sampai 20 Juli. Masa sekolah diperpanjang 15 hari setelah tahun ajaran selesai sebagai akibat gempa bumi bulan Oktober. Diawali dengan apa Masa pelajaran tahun ini akan diperpanjang sampai 20 Juli setelah disepakati melalui voting oleh Los Angeles Board of Education hari ini. Sekitar satu juta murid sekolah umum akan menghabiskan 15 hari lebih lama di sekolah untuk mengganti masa libur sekolah sebagai akibat gempa di bulan Oktober kamarin. Diawali dengan di mana Di Los Angeles hari ini anggota Board of Education sepakat memperpanjang masa sekolah sampai 20 Juli untuk sekitar satu juta murid sekolah umum. Lima belas hari tambahan diberikan untuk menggantikan masa libur akan gempa Oktober. Diawali dengan kapan Hari ini, Los Angeles Board of Education memperpanjang masa pelajaran hingga 20 Juli untuk sekitar satu juta murid sekolah umum. Lima belas hari tambahan diberikan untuk menggantikan masa libur akan gempa Oktober. Diawali dengan mengapa Untuk mengganti hari-hari libur yang terpaksa diberlakukan karena gempa Oktober kemarin, Los Angeles Board of Education sepakat memperpanjang masa pelajaran sekolah sampai 20 Juli, mereka akan ditambah 15 hari pelajaran di sekolah. Diawali dengan bagaimana Melalui voting hari , Los Angeles Board of Education menyepakati perpanjangan masa sekolah hingga 20 Juli untuk sekitar satu juta murid di sekolah umum. Mereka di beri tambahan masa pelajaran 15 hari untuk menggantikan hari-hari libur karena gempa Oktober kemarin. Semua teras berita ini bisa dipakai, tetapi ada lebih baik ketimbang yang lainnya. Awalan apa dan mengapa adalah bersifat langsung dan diawali dengan fakta yang lebih penting. Awalan siapa dan bagaimana adalah agak penting; dan awalan kapan dan di mana adalah paling kurang penting. VIGNETTE LEAD Koran komersial, seperti Wall Street Journal, semakin sering memakai bentuk metode penceritaan berita sebagai teras beritanya. Seperti telah disebutkan dimuka, teras ini diikuti dengan paragraf inti, yang mencakup fakta penting dan satu atau dua fakta utama dari berita itu. Vignette lead, demikian sebutannya, sering dipakai reporter untuk berita besar dalam isu social, ekonomi, politik, lingkungan dan isu-isu besar lainnya untuk memunculkan berita yang lebih manusiawi atau personal. Pembaca tampaknya akan lebih mudah memahami berita “besar” ini jika beritanya dimulai dengan kisah personal. Sebuah vignette adalah sketsa deskriptif atau cerita. Teras vignette lebih panjang mungkin lebih dari satu paragraph, namun pada akhirnya penulis kembali ke bentuk berita yang konvensional untuk menyajikan fakta baru yang hangat dan opini di dalam berita tersebut. Penulis mungkin kembali ke vignette lagi, seperti di akhir berita. Biasanya hasilnya adalah kombinasi dari dua metode pengembangan berita, (1) naratif atau penceritaan, dan (2) piramida terbalik. Beberapa berita amat luas (misalnya penyalagunaan obat) atau sangat rumit (seperti anggaran Negara) sehingga satu-satunya pilihan yang efektif adalah memulai berita dengan cerita. Karena pembaca mungkin bertanya “lalu apa?” tentang seluruh berita yang luas, maka vignette mungkin bisa memberikan jawaban langsung.

Berikut ini adalah contoh vignette  (bersambung…)

Muslihat Orang Munafik

•March 13, 2009 • Leave a Comment

“Teuma yang careung beuk seunom ulee lam kroeong pade soh, peuleumah punggoung bak empang baroue koh. oh wate tapouh ka klik (mo) me-aaaaaa”

Shalat tanpa diiringi dengan ilmu

•March 6, 2009 • Leave a Comment

kaphe laot suemah patong… kaphe gampong seumah tika…

taklik buta

•March 6, 2009 • Leave a Comment

lage lalat bak punggong leumoo

Seujarah Awaina Bahsa dunya (dedy ibrajoem moesa)

•March 4, 2009 • 1 Comment

deddicucolor
Lam sabouh peuneugah na uloen deungo saboh riwayat asai mula jeut meubago bahsa lam dunya nyoe, nibak thoun padup loen hana muphom, sang nyohana salah loen calitranyou nakeuh bak masa peurintah raja namrud, wate ubeut loen tuan galak that deungo hikayat-hikayat atawa calitra laen, wate nyan ureung chik agam loen tuan ( almarhum) chit ureung baca-baca hikayat di gampoeng seureuta gampoeng linka di di gampoeng Ulee Nyeue Nisam Aceh Utara jino kajeut ke keucamatan Banda Baroe. watenyan geupeugah lee Ureng Chiq Agam loen tuan bahwasajih di jameun keureuen oroe jeuh bahsa lam dunya nyoe chit saboh bahsa sagai.

pakoeun teuma jino kalee mubago bahsa? geupeugah lee Ureung chik Agam loen tuan, dilee dimasa keurajeuen namrud, namrudnyan kakurangkam ngoun Allah Taala, jinak meusaeng ngoun dinak peusaban droejih ngoun Allah Azza wa jalla. keureuna geupeugah lee Allah roet nabi-nabi gobnyan bahwa surga nyan indah that, istana-istana nyang meugah lagoina, krueng-krueng nyang ie dilee jeureuneh han sakri di yub titi budiya dari mano meuriti, ya lageu-lageunyan lah umpama Po Tallah geubri image. teuma diraja namrud nyang bakhil lom durhaka lom kufur, maka jiyupeusapat beuna hareuta ureung lam nanggroe, dari meuh, pirak, perunggu ngoun laen simacam bago, hana jipaduli rakeyat mate deuk gara-garapetroek meukesud durjana raja namrudnyan, maka jiuperintah lah leu raja namrudnyan diyu bangun istana-istana meugah ngoun mentereng, pilar-pilar nyang raya dan manyang, kubah-kubah nyang raya dan mupok langeut, nyan kareuna meuheut yak eek ulangeut keunek meusaeng ngoun Allah Azza wa jalla maka, geupetroen lee Allah Ta’ala bala meubago bahsa dimasa peugot peumabngunannyan, lam siklep siklap mandum ureung lam butnyan sidroe ureung ngoun ureung laen ka hana muphom antara seusama awaknyan keudroe. ate jipeugah “kacok pangki siat” yang jitubit lam babah jih ka lam jeuneh bahsa laen dan nyan hana ji pham le ngoun jih nyang laen seusama peukerija, meunan chit rakan keuriaja yang laen pih lageunyan rupa, alhasil ban saboh rung nanggroenyan kahana muphom satu sama laen, maseng-maseng ureung ka peugah haba lam basa droe maseng-maseng, akhe jih keurana satu sama laen hana saleng muphom, maka peumbangunan istana, taman-taman surga namrud terbengkalai ngoun hana seuleuso eutak oh jino. keurana ureung kabeuh geumeujak-jak u naggroe laen yak mita ureung yang saban bahsa.
nyan meunan kira-kira calitra loen tuan nibak kalinyoe. teuma di akhe calitra na sabouh soal nyang gohlom na jaweub lam dada loen tuan. Pukeuh deungoun mulai punah padum-padum boh bahsa di muka bumo nyoe nakeuh seubago pertanda bahwa geutanyoe akan keumbali bak asai mula lom, nyakni keu saboh bahsa dunya? lagee alam dunya awai geupegot le Allah Ta’ala di lee nakeuh saboh, langeut ngoun bumo nyan dile sabouh, teuma geupeugah lee Ta’ala lheunhyan kepupisah nyang jikheun le ahli pengetahuan moderen ‘Big Bang’. teuma jino bumo dan alam dunya seukalian ka teungouh meurapat keulai lageu awai lom, ‘Jeut keusaboh keulai’ pukeuhnyoe nan jih kiamat dunya? amargeddon?

Wallahualambissawab

http://debrajoem.wordpress.com

Ekses Kedatangan 2 Presiden

•February 26, 2009 • 1 Comment

4-3 hari sebelum kedatangan Presiden SBY dari Jakarta dan mantan presiden Finlandia Martti Ahtisaari ke Banda Aceh 23-24 Februari 2009, ada kegiatan yang luput dari perhatian media massa di Banda Aceh, jalan T. Iskandar dari Beurawe sampai simpang 7 Ulee Kareng sebelumnya di seputaran lambhuk sampai simpang BPKP beberapa titik berlubang yang dibiarkan. namun kedatangan SBY dari Jakarta telah merubah semua itu, karena sejak 19 Februari saya melihat mobil berwarna kuning sibuk mengorek dan menambal lobang menganga dengan aspal, saat itu saya berpikir ” bila saja Pak Presiden datang setiap bulan ke Aceh dan mungkin bergilir ke setiap provinsi di seluruh Indonesia yang NKRI ini setiap bulan sekali, tentu tidak ada jalan berlubang terbiarkan berlama-lama, karena menunggu kedatangan presiden, dan tidak harus pula ada surat pembaca di serambi indonesia kepada bapak wali kota banda aceh tentang keluhan seorang ayah karena keluarganya terluka jatuh ke dalam lubang jalan yang dibiarkan terbuka tanpa perbaikan”. akhirnya selaku rakyat kecil saya hanya berharap bahwa keadaan perbaiki dan perbaikan jalan berlubang bukan dan tidak harus menunggu datang pembesar dari jakarta, apalagi perbaikan itu hanya untuk 1 kali presiden lewat tentu ini sangat tidak mengenakkan bila ini benar, ya moga saja pendapat saya ini salah, sehingga tidak ada yang perlu dituntut setelah tulisan ini saya posting di sini.