Hilangnya Keseimbangan
HILANGNYA KESEIMBANGAN
Siapa yang telah menyalakan api pada ranting, dahan daun kering.
Lalu meninggalkannya pergi terpanggang bara hangus sendiri jadi abu,
Abu bakar memenuhi bumi ku sendiri merintih dalam kegersangan,
Hutan gundul, musnahkan ribu species makhluk tak berdosa,
Siapa,
Siapa kita yang telah memaksa ketakseimbangan
menjadi petaka dunia atas nasib makhluk yang musnah.
Kita, Manusia tak sanggup mengurus kesinambungan
Jalannya roda kehidupan sendirian.
Banjir,
Penyakit-penyakit bermunculan, Virus, bakteri hancurkan kita,
Obat,
Dari mana datangnya obat,
bila kita telah membunuhnya dalam species-species yang ikut musnah.
Keseimbangan,
Kita telah jauh dari keseimbangan dengan gedung-gedung tinggi,
lapangan golf, perumahan elit, sawit-sawit tanamam industri.
Mati,
Semuanya mati lebih cepat dari pada takdir.
Yogyakarta 19 desember ‘02
English Version:
Losing Of Balance
Who was being flaming the fire on twig, branch dry leaf,
Then went leaving them toasted ember burnt alone become ashes,
Roast ash fulfil my earth alone whimper in barren,
Forest bald, had annihilated thousand of creature species without any sin.
Who
Who we were forced unbalancing
To become world disaster on creature fate that annihilated
We, as human being will not capable to manage continuity of wheel life by our self.
Deluge,
Diseases coming up, virus, bacteria will destroy us,
The medicine,
From where the medicine will came,
If we was kill them in species who was destroy.
The balancing,
We went so far from the balancing with high buildings, golf field, elite real estate, oil palm industries plant.
Be dead,
All will die more fast than our destiny.
dEDY iBRAJOEM mOESA
Yogyakarta, Desember 19, 2002




Leave a Reply